Topi Napoleon Bonaparte yang Terjual dengan Harga Tinggi

Topi Napoleon Bonaparte yang Terjual dengan Harga Tinggi

Topi Napoleon Bonaparte yang Terjual dengan Harga Tinggi – Napoleon Bonaparte merupakan seorang kaisar Perancis yang namanya semakin dikenal sejak perang reolusioner. Selama memimpin Perancis, Napoleon memiliki pengaruh besar terhadap permasalahan yang melanda Eropa. Dalam peperangan dan pertempuran yang ia pimpin, Napoleon selalu meraih kemenangan. Kemenangan yang diraihnya memudahkan sang kaisar untuk mengendalikan Eropa kontinental. Menjadi panglima yang terkenal di dalam sejarah, hal-hal yang berkaitan dengan Napoleon Boneparte selalu mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Salah satu barang peninggalan Napoleon yang bernilai sejarah tinggi adalah sebuah topi yang pernah ia gunakan ketika melakukan kampanye. Topi tersebut dilelang di sebuah pelelangan Perancis dengan harga yang fantastis. Topi milik Napoleon berhasil terjual dengan harga 600 ribu Euro. Harga tersebut setara dengan 10 milyar Rupiah.

leclere-mdv – Pelelangan diadakan pada tahun 2020 lalu. Topi milik kaisar Perancis ini terjual pada bulan September tahun 2020. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara lelang Sotheby’s. Peninggalan Napoleon yang berupa topi ini memiliki warna hitam yang mendominasi. Ciri khas yang ada pada topi adalah keberadaan dua sudut yang ada pada topi. Dua sudut yang ada pada topi merupakan ciri khas yang dimiliki oleh Napoleon Bonaparte. Menurut informasi, topi yang dilelang di Perancis ini dulunya pernah Napoleon kenakan ketika berperang melawan pasukan Rusia dan Prusia. Tidak hanya digunakan ketika melakukan perlawanan kepada kedua negara, topi berwarna hitam ini juga pernah ia kenakan pada saat melakukan penandatanganan amnesti. Amnesti yang dikenal dengan nama Perjanjian Tilsit ini dilakukan bersama Tsar Rusia Alexander pertama.

Selain tahun 2020, topi milik Napolen Bonaparte lainnya juga pernah dijual dengan harga 25 milyar Rupiah. Penjualan topi tersebut dilakukan pada acara lelang Perancis di tahun 2014 lalu. Nilai jual dari topi yang berhasil di lelang tersebut memiliki harga 5 kali lipat dari perkiraan seorang kolektor yang berasal dari Korea Selatan. Topi yang berharga fantastis tersebut juga berhasil ia beli melalui pelelangan tersebut. Dengan sosoknya yang sangat melekat dengan negara Perancis, semua hal-hal yang berkaitan dengan sang kaisar sangat penting dimata sejarawan. Ada pula yang menilai jika Napoleon memiliki sosok yang negatif karena memberikan pengaruh besar dalam perpecahan bangsa Perancis. Emmanuel Macron yang merupakan Presiden Perancis saat ini memimpin peringatan kematian Napoleon yang ke-200 tahun secara langsung. Ia menjelaskan bahwa Napoleon merupakan bagian dari masyarakat. Pendapat yang dilantunkan oleh sang presiden ditentang dengan keras oleh masyarakat. Menurut mereka, Napoleon merupakan sosok yang berhasil melahirkan sistem perbudakan di wilayah jajahan negara Perancis.

Baca juga : Warisan Bersejarah Marie Antoinette yang Berhasil di Lelang

Warisan Napoleon Bonaparte berupa istilah korps atas beberapa divisi. Dengan lahirnya korps ini, jumlah pendaftaran calon tentara mengalami pembengkakan pada saat itu. Tidak hanya korps, Napoleon merupakan sosok yang dikenal melalui pemanfaatan arteri dalam jumlah besar. Penggunaan arteri dalam jumlah yang besar tersebut bertujuan untuk mengalahkan lawan. Arteri yang dipilih oleh Napoleon merupakan arteri dengan mobilitas yang tinggi dan mampu memberikan dukungan pada taktik manuver yang ia gunakan. Meskipun banyak pertempuran yang dimenangkan oleh Napoleon, tidak semua peperangan berhasil ia menangkan. Ia pernah gagal melakukan serangan terhadap daratan Mesir dan Rusia. Kegagalan yang didapatkannya membuatnya harus melarikan diri dan turun tahta. Aksi melarikan diri yang Napoleon lakukan mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Ia pun dibuang ke sebuah pulau bernama Saint Helena hingga akhir hayat.