Barang Ratu Marie Antoinette Terjual di Rumah Lelang Prancis

Barang Ratu Marie Antoinette Terjual di Rumah Lelang Prancis – Prancis merupakan negara dengan sejarah yang cukup besar di Eropa. Sebelum menjadi negara seperti sekarang, Prancis merupakan suatu negara yang kuat dan salah satunya dengan kehadiran Napoleon Bonaparte. Selain itu, ada juga Ratu Marie Antoinette yang menjadi ratu terakhir di Prancis. Ratu Marie Antoinette pada akhirnya meninggal dalam eksekusi di masa revolusi Prancis yang kemudian menjadi titik kebangkitan dari negara ini. Sebagai bangsawan dan bahkan juga menjadi ratu terakhir di Prancis, ada barang-barang peninggalan dari Ratu Marie Antoinette yang masih tersimpan. Belum lama ini, beberapa barang tersebut berhasil dilelang.

Lelang terjadi di rumah lelang Christie yang ada di Paris, Prancis. Lelang dilaksanakan pada 22 November 2022 yang lalu. Pada lelang ini, barang dari ratu terakhir Prancis tersebut yang masuk dalam daftar adalah dua perabot. Ada dua perabot yang dilelang. Yang pertama adalah suatu laci dan barang kedua adalah kursi yang setelah diverifikasi sudah berusia sekitar 250 tahun. Selain usia, tentu aspek sejarah yang ada dari dua perabot itu tentu menjadikannya barang berharga untuk dilelang. Masing-masing perabot tersebut juga memiliki nama masing-masing. Untuk lacinya, itu adalah COmode Royal Late Louis XV Omulo-Mounted Painted-Tole yang telah dicap oleh Pierre Macret dan merupakan laci buatan kisaran tahun 1790. Lalu, barang kedua adalah kursi dengan nama Royal Louis XVI dengan warna cream yang masih terlihat bagus sampai saat ini dan dicap oleh Georges Jacob dan dipastikan sudah dibuat sejak sekitar tahun 1788.

Keduanya merupakan perabot langsung yang digunakan oleh Ratu Marie Antoinette semasa hidupnya. Hal itu menjadi nilai sejarah dan sudah dipastikan serta diverifikasi juga. Selain itu, perabot itu bukan perabot sederhana karena dibuat dengan baik dan memiliki sentuhan khas masa tersebut dan kondisinya masih cukup bagus hingga saat ini. Tidak heran bila kemudian harga yang ada untuk dua perabot itu sangat tinggi.. Perabot pertama dijual dengan harga mulai dari 800 ribu hingga 1,2 juta euro. Ini sama dengan kisaran 13 miliar hingga 19 miliar. Lalu, barang kedua dijual mulai dari harga 100 ribu hingga 200 ribu euro atau setara dengan 1,5 juta hingga 3,2 miliar rupiah. Keduanya memang suatu hal yang fantastis tapi ini tidak aneh ketika melihat nilai yang ad di balik dua furniture dari masa kejayaan Kerajaan Prancis tersebut. Ini sejalan juga seperti yang disampaikan oleh Simon de Amonicault selaku Wakil Presiden dari Christie’s Paris yang menyebutkan bahwa dua furniture itu bukan sekedar perabot tapi merupakan suatu karya yang telah berusia berabad-abad dan memiliki asal-asul serta nilai kebangsawanan yang sangat kental.

Perabot pertama adalah suatu lemari berlaci. Desain yang ada memuat kekhasan desain perabotan khas China di masa tersebut dengan adanya tambahan aksen logam unik yang ditambahkan untuk mengapresiasi Ratu Marie Antoinette di masa itu. Lemari berlaci ini disebutkan dibuat untuk menyambut kedatangan Marie Antoinette yang berusia sekitar 15 tahun. Saat itu, Marie Antoinette memang masih belum menjadi ratu dan baru akan menikah dengan calon raja yaitu Louis XVI. Hal yang serupa pun juga terjadi pada kursi yang turut dijual dalam lelang. Perabot itu digunakan oleh Marie Antoinette hingga kemudian menjadi ratu. Sang ratu dan raja pada akhirnya digulingkan dari tahtanya dalam peristiwa bersejarah Revolusi Prancis dan kemudian dieksekusi saat sang ratu baru berusia 37 tahun.

Tahun sebelumnya, ada juga barang yang dulunya digunakan oleh Ratu Marie Antoinette yang dijual. Itu berupa sepasang gelang bertahtakan berlian. Namun, pelelangan ini tidak terjadi di Prancis, melainkan di Swiss. Gelang perhiasan tersebut dijual dengan harga yang fantastis yaitu sekitar $8,18 juta atau sekitar 128,4 miliar rupiah. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2010 di suatu rumah lelang yang berada di Prancis. Ada barang lainnya yang juga dilelang dan itu merupakan kepemilikan dari sang ratu terakhir Prancis, Ratu Marie Antoinette. Ini merupakan sepatu yang digunakan langsung oleh ratu yang dieksekusi dalam Revolusi Prancis pada taun 1789.

 

Lelang untuk sepatu tersebut berlangsung pada 15 November 2020 di kota Versailles. Ini merupakan kota yang sekaligus menjadi lokasi istana Kerajaan Prancis. Marie Antoinette sudah tinggal di istana ini sejak usia 15 tahun sebelum akhirnya menikah dengan sosok yang menjadi Raja Louis XVI. Sepatu yang dilelang itu telah dirawat oleh keluarga yang sang ratu terakhir tersebut hingga beberapa generasi hingga akhirnya kemudian hadir di rumah lelang Osenat. Dengan kata lain, sepatu itu sudah berusia sekitar 227 tahun dan dirawat dengan baik oleh pihak keluarga.

Dengan sejarah yang ada dari sepatu itu dan juga kondisi yang masih cukup bagus, tentu itu akan menjadi barang koleksi berharga. Karena itu, pihak rumah lelang pun memasang harga awal dari 8000 hingga 10.0000 euro atau sekitar 133 juta hingga 167 juta bila dirupiahkan. Namun, respons dari para pembeli sangatlah di luar dugaan. Dalam lelang yang dilakukan, harga tersebut meningkat hingga lebih dari empat kali lipat. Harga tersebut tentu cukup mencegangkan. Sepatunya sendiri memiliki panjang 22,5 cm dengan ada suatu hak. Ukuran sepatu ini setara dengan ukuran 36 yang merupakan ukuran standard untuk wanita Eropa modern. Daya tarik dari sepatu ini ditambah dengan adanya empat pita yang ada di sepatu dengan bahan sutra. Kondisinya masih cukup bagus walau ada sedikit bagian yang rusak pada lapisan sutra yang digunakan.

Siapa Saja Nama Pemain Bulu Tangkis Terkaya Itu?

Siapa Saja Nama Pemain Bulu Tangkis Terkaya Itu? – Khususnya di kawasan Asia olahraga satu ini sangatlah populer. Bahkan banyak orang bercita-cita ingin menjadi atlet bulu tangkis. Dengan alasan karena gaji yang diperoleh per tahunnya sangat banyak. Di mana yang lebih menariknya lagi jumlah gaji tersebut angkanya tidak kalah dari atlet-atlet sepak bola. Lantas siapa saja pebulutangkis terkaya di dunia saat ini?

Daftar Nama Pemain Bulu Tangkis Terkaya

Di Asia sendiri saat ini banyak sekali atlet bulu tangkis yang berbakat. Bahkan nama-nama atlet bulu tangkis asal tanah air juga masuk ke daftar dari pemain terbaik di dunia seperti Taufik Hidayat. Oleh karenanya tidak heran berkat bakat yang dimilikinya membuat gaji yang diperoleh pertahunnya jumlahnya fantastis. Adapun nama-nama atlet bulu tangkis yang terkaya seperti berikut ini.

Taufik Hidayat

Atlet bulu tangkis terkaya di dunia pertama yaitu Taufik Hidayat. Bisa dibilang bahwa Taufik Hidayat termasuk salah satu legenda olahraga bulu tangkis asal Indonesia. Selama berkarir menjadi atlet bulu tangkis dirinya berhasil meraup penghasilan hingga USD 359,14 ribu atau setara dengan 5,26 miliar. Namun sayangnya Taufik Hidayat sudah pensiun dari bermain bulu tangkis sejak tanggal 16 Juli 2013. Dengan begitu kekayaan bersih yang dimilikinya yakin sekitar USD 7,5 juta atau jika dirupiahkan sebesar Rp109,94 miliar. Perlu diketahui bahwa setelah dirinya tidak bermain lagi bulu tangkis sekarang Taufik Hidayat bersama istrinya mengelola beberapa usaha dan telah memiliki sebuah lapangan bulu tangkis yang diberi nama THA.

Pusara Venkata Sindhu

Atlet bulu tangkis terkaya berikutnya berasal dari negeri India. Di mana sejak awal karirnya Pusara Venkata Sindhu berhasil meraup penghasilan hingga USD 854, 51 ribu atau setara dengan Rp12,53 miliar. Bukan hanya itu saja atlet bulu tangkis asal India ini juga sudah mendapatkan sponsor dari brand terkenal bernama Li-Ning guna keperluannya ketika sedang bertanding di lapangan. Bahkan di negara asalnya sendiri dirinya telah menjadi bintang yang hebat.

Lin Dan

Selama dirinya memutuskan terjun sebagai atlet bulu tangkis, Lin Dan berhasil mengumpulkan kekayaan hingga USD 1,04 juta atau setara dengan 15,1 miliar. Lin Dan sendiri merupakan seorang atlet bulu tangkis asal negeri Tiongkok dan hingga saat ini telah memiliki total kekayaan sebesar USD 33 juta atau setara dengan Rp483,47 triliun. Tapi sayangnya sejak tahun 2020 dirinya sudah tidak aktif lagi sebagai atlet bulu tangkis. Meskipun begitu atlet bulu tangkis asal China ini telah berhasil mendapatkan julukan Super Dan. Bahkan yang lebih hebatnya lagi pernah menjadi brand ambassador dari merk raket ternama yaitu Yonex.

Chen Long

Sejak awal berkarir menjadi atlet bulu tangkis Chen Long berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang hingga USD 1,35 juta atau setara dengan Rp19,04 miliar. Bahkan dirinya juga pernah mendapatkan penghargaan berupa medali emas di Olimpiade Rio pada tahun 2016. Selain itu hingga saat ini Chen Long masih aktif dalam permainan bulu tangkis. Di mana kekayaan bersih yang diperolehnya yakin sebesar USD 22 juta atau sekitar Rp322,34 miliar.

Lee Chong Wei

Negeri Jiran juga mempunyai atlet bulu tangkis yang cukup melegenda yaitu Lee Chong Wei. Namun sayangnya sejak tanggal 18 Juli 2018 atlet tersebut memutuskan untuk berhenti bermain bulu tangkis. Di mana atlet bulu tangkis asal Malaysia itu telah berhasil mendapatkan penghasilan sebesar USD 1,85 atau setara dengan Rp27,19 miliar. Bukan hanya itu saja selama dirinya bermain bulu tangkis Lee Chong Wei juga berhasil mendapatkan beberapa kendali. Salah satunya yaitu mendali perak yang diperolehnya dalam ajang Olimpiade Rio. Berkat medalinya tersebut atlet bulu tangkis asal Malaysia itu telah memiliki kekayaan sejumlah USD 75 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun yang diperolehnya dari berbagai sponsor dan endorsement.

Marcus Fernaldi Gideon

Bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan Marcus Fernaldi Gideon. Marcus Fernaldi Gideon merupakan atlet bulu tangkis asal Indonesia yang terkenal karena berhasil memperoleh banyak penghargaan dan medali emas di berbagai ajang pertandingan olahraga tersebut. Misalnya BWF Grand Prix, BWF world Tour hingga BWF Superseries di berbagai negara. Diketahui atlet bulu tangkis asal Indonesia ini memiliki penghasilan bersih yang cukup fantastis yakin sebesar 13 miliar. Bahkan saat ini Marcus Fernaldi Gideon telah mempunyai sebuah akademi bulu tangkis dan gelanggang olahraga bulu tangkis.

Kevin Sanjaya Sukamuljo

Tidak hanya di tanah air sendiri Kevin Sanjaya juga terkenal sebagai atlet ganda putra terbaik di dunia. Hingga saat ini atlet bulu tangkis asal Indonesia tersebut telah berhasil memperoleh kekayaan hingga Rp 13 miliar. Di mana angka tersebut belum termasuk uang bonus yang diterimanya. Bahkan dikarenakan prestasi yang dimilikinya membuat Kevin Sanjaya Sukamuljo pernah menjadi brand ambassador dari berbagai macam merk dan produk asal Indonesia.

Indra Setiawan

Atlet bulu tangkis asal Indonesia pertama yang juga mendapatkan penghasilan banyak yaitu Hendra Setiawan. Bahkan dirinya pernah menduduki peringkat pertama dunia menurut International Badminton Federation pada tahun 2007. Adapun besaran kekayaan yang diperolehnya di luar uang bonus sekitar 10 miliar.

Itulah daftar pemain bulu tangkis terkaya di dunia dan Indonesia yang perlu Anda ketahui. Pastinya keberhasilan yang mereka peroleh itu tidak lepas dari kerja keras yang telah dilakukannya selama bertanding pada perlombaan bulu tangkis.

Membeli Barang Lelang di Perancis, dan Bagaimanakah Sistemnya?

Membeli Barang Lelang di Perancis, dan Bagaimanakah Sistemnya? – Salah satu cara untuk memiliki sebuah barang yang bisa dibilang memiliki nilai sejarah atau kenangan tertentu dengan harga murah, maka bisa didapatkan dengan mudah melalui sebuah proses yang dikenal dengan system lelang. Di mana ada banyak barang yang memang dijual dengan proses lelang adalah barang-barnag terbatas maupun barang yang akan sulit ditemukan di pasaran.

Mengenal Prosedur Lelang di Perancis

Leclere-mdv – Negara Perancis adalah sebuah Negara yang memang suka melakukan banyak aktivitas dan kegiatan khususnya kegiatan lelang. Di mana Negara ini juga bisa memberikan banyak pilihan barang dengan nilai harga jualnya yang tinggi. Di sejumlah tempat, bahkan Negara sekalipun, ada sejumlah proses maupun prosedur lelang yang harus dilakukan.

Di mana prosedur yang harus dijalankan sendiri diantaranya sebagai berikut ini:

• Sistem Pra Lelang

Pra lelang adalah sebuah system yang akan mengharuskan para penawarnya untuk melakukan penandatanganan kerjasama, kemudian mendapat penerimaan dokumen, mengecek dari aspek hukum serta meninjau asset. Sedangkan seluruh peserta lelang yang akan mengikuti kegiatan lelang ini, harus menyetorkan sebagian uang untuk dijadikan sebuah jaminan. Untuk jumlahnya sendiri biasanya 20% dari harga limit yang akan ditawarkan.

• Pelaksanaan Lelang

Saat para peserta sudah menyerahkan sejumlah uang untuk deposit atau jaminan, maka pelaksanaan lelang akan segera dimulai. Nah, untuk pelaksanaan lelang sendiri terbagi menjadi 2 macam dan akan dilakukan dengan proses terakhir sebagai pemutusan kesimpulannya. Di mana ada lelang lisan dan juga lelang tertulis. Untuk lebih jelasnya, inilah penjelasan singkatnya:

  • Lelang Lisan

Lelang lisan ini adalah lelang yang akan mengundang cukup banyak orang untuk dijadikan sebagai calo pembeli. Di mana harga limit lelang nantinya juga akan ditawarkan secara langsung kepada seluruh pembeli atau penawar. Apabila ada kenaikan harga selama proses lelang, maka akan dipandu langsung oleh seorang pemandu lelang. Jika nantinya ada penawar yang akan setuju dengan harga tertentu, maka mereka akan mengangkat tanda sebagai pertanda bahwa ia akan setuju dengan harga yang sudah ditawarkan.

  • Lelang Tertulis

Lelang ini adalah sebuah proses yang akan dilakukan dengan menuliskan harga ketika proses lelang dilangsungkan. Nantinya, sebuah tulisan yang sudah ditulis, maka akan dimasukkan pada sebuah amplop yang akan ditutup pada batar tertentu yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara lelang. Penawar yang menawar dengan harga tertinggi, maka adalah seorang yang berhasil dalam memenangkan proses pelelangan. Proses ini akan dilakukan dan memakan banyak waktu karena harus diseleksi terlebih dahulu oleh pihak yang menyelenggarakan proses pelelangan.

Baca juga : Inilah Syarat Membeli Rumah Lelang di Perancis

Purna Lelang

Proses lelang terakhir disebut dengan purna lelang. Apabila nantinya ada sebuah keluhan dari pihak pemenang lelang, maka nantinya pihak penyelenggara akan membantu untuk mengatasi permasalahan yang akan terjadi. Di mana layanan purna lelang ini juga akan berkaitan dengan proses pelunasan, proses serah terima, pembuatan laporan akhir lelang, bahkan sampai pada tahapan penyetoran pajak. Bagi seseorang yang berhasil memenangkan pelelangan, maka ia akan diberikan sebuah surat bahwa seseorang tersebut adalah seseorang yang akan memenangkan proses pelelangan.

Sebelum benar-benar mengikuti proses pelelangan, maka akan sangat disarankan bagi Anda untuk menyiapkan dana yang besar. Terlebih lagi jika barang-barang yang akan dibeli adalah barang yang unik, langka bahkan memiliki nilai yang cukup tinggi. Biasanya, Negara Perancis akan menawarkan barang lelang yang bersejarah baik itu mobil, lukisan, perhiasan, dan lain sebagainya.

Topi Napoleon Bonaparte yang Terjual dengan Harga Tinggi

Topi Napoleon Bonaparte yang Terjual dengan Harga Tinggi – Napoleon Bonaparte merupakan seorang kaisar Perancis yang namanya semakin dikenal sejak perang reolusioner. Selama memimpin Perancis, Napoleon memiliki pengaruh besar terhadap permasalahan yang melanda Eropa. Dalam peperangan dan pertempuran yang ia pimpin, Napoleon selalu meraih kemenangan. Kemenangan yang diraihnya memudahkan sang kaisar untuk mengendalikan Eropa kontinental. Menjadi panglima yang terkenal di dalam sejarah, hal-hal yang berkaitan dengan Napoleon Boneparte selalu mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Salah satu barang peninggalan Napoleon yang bernilai sejarah tinggi adalah sebuah topi yang pernah ia gunakan ketika melakukan kampanye. Topi tersebut dilelang di sebuah pelelangan Perancis dengan harga yang fantastis. Topi milik Napoleon berhasil terjual dengan harga 600 ribu Euro. Harga tersebut setara dengan 10 milyar Rupiah.

leclere-mdv – Pelelangan diadakan pada tahun 2020 lalu. Topi milik kaisar Perancis ini terjual pada bulan September tahun 2020. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara lelang Sotheby’s. Peninggalan Napoleon yang berupa topi ini memiliki warna hitam yang mendominasi. Ciri khas yang ada pada topi adalah keberadaan dua sudut yang ada pada topi. Dua sudut yang ada pada topi merupakan ciri khas yang dimiliki oleh Napoleon Bonaparte. Menurut informasi, topi yang dilelang di Perancis ini dulunya pernah Napoleon kenakan ketika berperang melawan pasukan Rusia dan Prusia. Tidak hanya digunakan ketika melakukan perlawanan kepada kedua negara, topi berwarna hitam ini juga pernah ia kenakan pada saat melakukan penandatanganan amnesti. Amnesti yang dikenal dengan nama Perjanjian Tilsit ini dilakukan bersama Tsar Rusia Alexander pertama.

Selain tahun 2020, topi milik Napolen Bonaparte lainnya juga pernah dijual dengan harga 25 milyar Rupiah. Penjualan topi tersebut dilakukan pada acara lelang Perancis di tahun 2014 lalu. Nilai jual dari topi yang berhasil di lelang tersebut memiliki harga 5 kali lipat dari perkiraan seorang kolektor yang berasal dari Korea Selatan. Topi yang berharga fantastis tersebut juga berhasil ia beli melalui pelelangan tersebut. Dengan sosoknya yang sangat melekat dengan negara Perancis, semua hal-hal yang berkaitan dengan sang kaisar sangat penting dimata sejarawan. Ada pula yang menilai jika Napoleon memiliki sosok yang negatif karena memberikan pengaruh besar dalam perpecahan bangsa Perancis. Emmanuel Macron yang merupakan Presiden Perancis saat ini memimpin peringatan kematian Napoleon yang ke-200 tahun secara langsung. Ia menjelaskan bahwa Napoleon merupakan bagian dari masyarakat. Pendapat yang dilantunkan oleh sang presiden ditentang dengan keras oleh masyarakat. Menurut mereka, Napoleon merupakan sosok yang berhasil melahirkan sistem perbudakan di wilayah jajahan negara Perancis.

Baca juga : Warisan Bersejarah Marie Antoinette yang Berhasil di Lelang

Warisan Napoleon Bonaparte berupa istilah korps atas beberapa divisi. Dengan lahirnya korps ini, jumlah pendaftaran calon tentara mengalami pembengkakan pada saat itu. Tidak hanya korps, Napoleon merupakan sosok yang dikenal melalui pemanfaatan arteri dalam jumlah besar. Penggunaan arteri dalam jumlah yang besar tersebut bertujuan untuk mengalahkan lawan. Arteri yang dipilih oleh Napoleon merupakan arteri dengan mobilitas yang tinggi dan mampu memberikan dukungan pada taktik manuver yang ia gunakan. Meskipun banyak pertempuran yang dimenangkan oleh Napoleon, tidak semua peperangan berhasil ia menangkan. Ia pernah gagal melakukan serangan terhadap daratan Mesir dan Rusia. Kegagalan yang didapatkannya membuatnya harus melarikan diri dan turun tahta. Aksi melarikan diri yang Napoleon lakukan mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Ia pun dibuang ke sebuah pulau bernama Saint Helena hingga akhir hayat.